Menggagas RKPD 2015 dalam Arah Kebijakan Pembangunan Lembata baru

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah mengamanatkan kepada Pemda Lembata melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk menjalankan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Musrenbang telah mulai dilaksanakan pada tingkat desa/kelurahan dan sementara berlangsung untuk sembilan kecamatan sekabupaten Lembata. Akhir maret 2014 akan dilaksanakan Forum SKPD tingkat Kabupaten.

Musrenbang Daerah Kabupaten Lembata 2014 adalah wahana bagi semua pihak yang ada di Lembata untuk membahas Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD)  tahun 2015. Pembahasan ini bertolak dari arah kebijakan pembangunan sebagaimana tertuang di dalam RPJMD yang didasarkan pada enam agenda pembangunan Lembata Baru di bawah kepemimpinan Bupati Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati Viktor Mado Watun. Enam agenda pembangunan yang harus menjadi arah kebijakan untuk penyusunan RKPD 2015 tersebut adalah Reformasi Birokrasi Pemerintah Daerah, peningkatan kulitas SDM, Recovery Ekonomi, Peningkatan Pendapatan Daerah, Percepatan Pembangunan Infrastruktur, dan Penataan Ruang Berwawasan Lingkiungan.

Sampai dengan tahun ini, dari hasil evaluasi, keenam agenda pembangunan yang telah dicanang cenderung memperlihatkan perkembangan yang positif. Untuk itu keberlanjutan upaya peningkatannya mesti digagas secara cerdas dalam musrenbang tahun ini oleh semua pemangku kepentingan di tingkat desa/kelurahan, kecamatan dan kabupaten. Musrenbang 2014 harus dapat mengkonversi fakor-faktor penting dari perkembangan keenam agenda kebijakan pembangunan Lembata Baru kedalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah 2015. Segala hal yang dicapai di tahun-tahun sebelumnya menjadi dasar pijak guna meretas strategi, membangun langkah tepat menggapai tujuan bersama dalam bingkai RKPD 2015 yang partisipatif.

Agenda reformasi birokrasi Lembata baru diarahkan pada peningkatan pendidikan, pelatihan, dan pengembangan SDM aparatur sipil daerah berdasarkan kompetensi. Tercatat di tahun 2012 sudah 114 PNS dibiayai Pemda Lembata untuk peningkatan pendidikan. Sementara untuk tahun 2013 ada 37 PNS yang dibiayai. Catatan-catatan ini menjadi dasar pijak bagi semua pemangku kepentingan untuk membuat perencanaan 2015 yang lebih melihat kualitas ketimbang kuantitas, mengutamakan proses daripada hasil instan. Dengan itu rencana reformasi birokrasi yang tepat di tahun 2015 akan menciptakan sistem perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pengelohaan keuangan dan asset daerah yang efektif, transparan dan akuntabel sebagaimana tujuan reformasi birokrasi Pemerintahan Lembata baru.

Agenda pembangunan berikutnya yang harus menjadi dasar bagi musrenbang 2014 adalah peningkatan SDM. Peningktan SDM dapat dilihat dalam beberapa bidang yakni pendididikan, kesehatan dan kehidupan sosial budaya masyarakat. Di bidang pendidikan, secara keseluruhan di tahun 2012 angka melek huruf penduduk Kabupaten Lembata meningkat 2,44% dibanding dengan tahun sebelumnya yakni dari 90,11% menjadi 92,03%. Angka partisipasi kasar (APK) SD/MI dan SMPT/MTs serta SMA/MA/SMK mengalami kenaikan di tahun 2012. Begitupun angka rata-rata-rata lama sekolah bergerak naik dari 6,55% di tahun 2011 menjadi 6,60% di tahun 2012. Sementara angka partisipasi murni juga bergerak naik di tahun 2012 dan 2013 untuk semua tingkatan.

Di bidang kesehatan data statistik menunjukkan kecenderungan membaik yang ditandai dengan penurunan AKB dan AKI serta angka kesakitan dan angka peningkatan harapan hidup dan angka kelangsungan hidup bayi. Angka harapan hidup misalnya menunjukkan grafik naik pada tahun 2011 di titik 65, bergerak naik menjadi 65,12 di tahun 2012 dan naik menjadi 66 di tahun 2013. Sementara itu prosentase Balita Gizi Buruk menunjukkan hasil yang positif dengan grafik yang fluktuatif menurun. Di tahun 2011 prosentase 2,16% turun menjadi 1,40% di tahun 2012 dan 1,47% di tahun 2013.

Beberapa hal diatas memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas SDM telah menunjukkan hasil positif dalam 2 tahun lebih pemerintahan Lembata Baru. Data terbaru dari BPS NTT menampilkan indeks pembangunan manusia Kabupaten Lembata di titik 68,07 yang mana masih lebih baik dibanding dengan IPM NTT 67,75. Capaian-capaian ini memacu semua elemen untuk lebih partisipatif menggagas peningkatan kualitas SDM dalam RKPD 2015 agar memungkinkan perluasan pilihan hidup masyarakat Lembata yang merupakan indikator tercapainya pembangunan sumber daya manusia.

Agenda penting selanjutnya yang menjadi pijakan adalah recovery ekonomi. Konsep manajemen pembangunan Lembata Baru yang memberi perhatian khusus pada aspek recovery ekonomi yang bermuara pada produktivitas mendapat validasi ketika melihat kenyataan tahun-tahun sebelumnya bahwa pertumbuhan ekonomi Lembata didorong oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan pemerintah, bukan pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh kemampuan produksi. Dengan menempatkan pariwisata sebagai leading sektor dan menggandeng pertanian dan perikanan sebagai sektor strategis maka Lembata baru telah berusaha memicu transformasi ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder dan akhirnya ke sektor tersier dengan menumbuhkan produktivitas. Kualitas pembangunan Kabupaten Lembata akan meningkat ketika leading sektor dan sektor-sekor strategis dipacu pertumbuhan produktivitasnya. Dengan ini kesejahteraan ekonomi masyarakat yang menjadi salah satu tujuan pembangunan akan lebih mudah dicapai.

Berdasarkan data BPS terbaru Tahun 2013, kesejahteraaan dan pemerataan ekonomi Kabupaten Lembata mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal tersebut ditandai dengan peningkatan PDRB perkapita. Pada tahun 2012 adalah 4.318.520 dibandingkan tahun 2011 adalah 3.892.185 dan tahun 2010, 3.476.096. Pendapatan perkapita tahun 2012 adalah 4.118.482. dibanding tahun 2011 adalah 3.711.896 dan tahun 2010, 3.316.747. Begitupun dengan laju pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan di tahun 2012 mencapai 4,99% dibanding tahun 2011 4,98%. Semua peningkatan ini dipicu oleh perkembangan bebagai sektor seturut arah kebijakan recovery ekonomi yang mengutamakan peningkatan pendapatan melalui kegiatan ekonomi produktif dengan memaksimalkan pemanfaatan potensi daerah. Dengan recovery ekonomi, Lembata baru memberi arah yang jelas bagi 3 agenda penting selanjutnya yakni peningkatan pendapatan daerah, percepatan pembangunan infrastruktur dan penataan ruang berwawasan llingkungan.

Recovery ekonomi dengan pariwisata leading sektor serta pertanian dan perikanan sebagai sektor strategi tidak saja menjawabi kebutuhan akan pengembangan potensi daerah tetapi juga merupakan jawaban atas strategi dan arah pembangunan secara propinsi dan nasional. Kecerdasan menangkap peluang pengembangan potensi lokal dan arah strategis kebijakan pembangunan nasional telah memberi warna lain bagi strategi kebijakan pembangunan Lembata baru dalam sejarah pembangunan Kabupaten Lembata. Peluang penuh tantangan ini mau tidak mau mesti mengalir demi kesejahteraan merata seluruh masyarakat Lembata. Penentuan destinasi wisata Lembata yang digalang dalam berbagai upaya promosi adalah tindakan sadar memacu pendapatan daerah dalam jangka panjang dan mendorong pembangunan infrastruktur secepat-cepatnya dalam perspektif lingkungan. Rp 100 miliar rupiah yang percayakan MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) untuk pengembangan destinasi wisata Lembata terutama bukit doa di desa Bour Nubatukan adalah bukti kegigihan Lembata baru menjalankan agenda pembangunannya.

Berbagai hal diatas adalah dasar pijakan yang harus terbawa dari tahun ke tahun di dalam musrenbang di semua tingkatan agar arah dan strategi kebijakan pembangunan Lembata Baru dipertajam secara partisipatif dan obyektif. Peran serta aktif semua elemen terutama para pemangku kepentingan pada berbagai tingkatan untuk melihat dengan cermat kenyataan pembangunan dan membangun dengan tepat gagasan perencanaan menjadi kunci sukses kemakmuran segenap lapisan masyarakat Kabupaten Lembata. RKPD 2015 yang jelas, terarah dan terukur akan medekatkan langkah kita mencapai harapan bersama ini.

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password