Ayo Ke Lembata, Ada 5 Destinasi Mengagumkan yang Layak Dikunjungi

Kabupaten Lembata NTT  tengah berdandan menyiapkan diri menyambut Hari Nusantara 13 Desember 2106. Perayaan tingkat nasional ini akan dipusatkan di area sekitar Pelabuhan Laut Lewoleba. Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan akan datang ke Lembata dan akan tercatat sebagai Presiden pertama yang menginjak  kakinya di Kabupaten yang telah 17 tahun otonomi ini.

Alasan mengapa mesti ke Lembata ternyata  bukan semata karena perayaan Hari Nusantara tingkat nasional akan di rayakan di Kabupaten ini.  Lembata ternyata menyimpan potensi wisata alam budaya yang luar biasa mempesona. Lembata memiliki obyek-obyek wisata yang dapat menarik kunjungan wisatawan yang tampaknya sulit dijumpai di wilayah lain di Indonesia. Berikut sederet destinasi wisata Lembata yang layak Anda pertimbangkan dan referensikan kepada para pencinta pariwisata domestik maupun internasional:

Desa Nelayan, Lamalera, Wulandoni

Pantai Lamalera, tempat para nelayan gagah menambatkan harapan mereka

Ini adalah pesohor yang utama dan terutama di Lembata bahkan NTT dimana desa ini terkenal dengan sederet keunggulan. Jika kebanyakan desa nelayan di NTT identik dengan pemeluk agama Islam, maka di Lembata, desa nelayan ini justru menjadi muasal penyebaran agama Katolik di pulau ini. Dan dalam tradisi penangkapan ikan paus dengan cara tradisional, ritual keagamaan tak akan lepas proses yang wajib mereka lakukan.

Di desa ini, Anda setiap saat dapat menyaksikan bagaimana ketahanan warganya untuk struggle dengan alam desa yang bercadas. Uniknya lagi desa ini menghasilkan banyak orang cerdas dan sukses di negeri ini.

Untuk mencapai desa ini, relatif tidak sulit lantaran akses transportasi baik dari Lewoleba melalui jalur darat maupun dari mana saja melalui jalur laut, semua tersedia. Hanya saja, Anda mungkin perlu stamina untuk menghadapi kondisi jalan raya yang jauh dari kelayakan sebagai sebuah akses menuju destinasi wisata.

Tanjung Nuhanera, Lebatukan

Tanjung Nuhanera tampak dari kejauhan

Eksotika pulau Lembata itu ada di sini. Betapa tidak, lekak-lekuk pulau dalam radius yang tidak jauh, bisa Anda nikmati sambil mendayung sampan atau perahu di hamparan teluk yang nyaris tak pernah bergejolak oleh gelombang. Letaknya tidak jauh dari Kota Lewoleba dan didukung oleh akses jalan raya yang relatif lebih baik dibandingkan kondisi di belahan Lembata yang lainnya.

Teluk Waienga yang bergaris pantai sepanjang 91 ini tidak hanya tempat yang indah, namun juga memiliki sejuta cerita di baliknya. Masyarakat lokal Nuhanera dipercaya sebagai tempat tinggal leluhur atau orang yang sudah meninggal, sehingga ada kearifan laut tertentu yang harus dituruti demi menjaga kawasan ini.
Secara berkala paus biru muncul di teluk ini, ada juga penyelam yang melihat ikan duyung. Usai mengeksplor kekayaan bawah lautnya, wisatawan dapat berkunjung ke kampung adat ataupun tracking menaiki Gunung Ilelewotolok. Untuk menuju ke tempat ini bisa menyewa kapal yang memuat hingga 20 orang.

Bukit Doa dan Bukit Cinta, Bour, Nubatukan

Hamparan pemandangan nan indah di kala senja dari Bukit Cinta (Foto: VoAI)

Hanya sekira 20 menit dari Kota Lewoleba, Lembata, Anda bisa menjumpai satu destinasi terdekat dan paling ramai di pulau ini. Adalah Bukit Doa dan Bukit Cinta yang juga sering disebut sebagai Wolor Pass dengan monumennya yang gagah terpajang dan indah dilihat dari laut. Setiap petang hari, selalu saja lebih dari 20 orang datang dan sekadar menikmati keindahan pemandangan yang dibalut oleh kemuning warna matahari yang beranjak turun hingga hilang dalam gelap malam.

Tidak jauh dari situ, ada juga bukit doa dengan track jalan salib menuju puncak bukit, tempat dimana peziarah akan menemukan megahnya patung Bunda Maria di puncak itu. Kawasan ini tampaknya akan diarahkan menjadi zona wisata dengan penataan yang terus dilakukan oleh Pemda maupun yayasan yang mengelola tempat wisata rohani ini.

Senja di Bukit Cinta

Puncak Ile Lewotolok, Ile Ape

Kawah lama Puncak Ile Lewotolok (Foto: Ist)

Tracking ke puncak Ile Lewotolok masuk dalam kegiatan utama di ajang festival Bahari Nuhanera. Ile Lewotolok adalah sebuah gubung berapi yang terletak di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Lembata. Untuk memulai pendakian, Anda tidak butuh waktu yang lama untuk menjangkau titik start memulai tracking di wilayah Ile Ape Timur, tepatnya di Desa Lamagute.

Menempuh rute yang tidak mudah dan penuh tantangan, dibutuhkan stamina yang cukup untuk bisa menjangkau kawah. Namun, bagi mereka yang pernah menjangkau titik ini, hilang semua lelah saat menyaksikan keindahan pemandangan di hamparan kawah gunung itu.
Pantai Bean, Buyasuri

Hamparan Pantai Bean yang indah dan memukau (Foto: Raymond Leuweheq)

Seorang pencinta wisata mengisahkan kenangannya mengunjungi pantai ini dengan mengatakan, Pantai Bean Duplikat Keindahan Phuket. Ya, ia menggambarkan keindahan Pantai Bean sebagai titik wisata di Lembata yang kelasnya setara dengan Pantai Phuket di Thailand yang terkenal itu. Ia bahkan mengatakan, “Jangan ngaku sudah pernah pergi ke Lembata kalau belum berenang di pantai Bean.”

Pantai Bean (Foto: Maya Raya Etoehaq)

Siapa sangka di ujung tandusnya Lembata, pulau seribu pesona ini menyimpan sejuta panorama indah, rasa penasaran mengantarkan saya untuk mengunjungi pantai yang disebut-sebut mengalahkan pantai Phuket Thailand sekalipun. Keindahan panorama pantai dengan hamparan pasir putih serta hempasan ombak yang cukup besar, serta tebing dan gua alam. Pantai Bean merupakan pantai pasir putih yang unik dengan pasir putih dalam bentuk kristal-kristal halus yang membentang dari barat ke timur sejauh kurang lebih 5 KM dengan ombak laut yang bergulung terus menerus dan pecah secara teratur. Indah sekali.

Pantai Bean terletak di ujung Pulau Lembata yang berhadapan langsung dengan Pulau Alor. Terletak di Desa Bean Kecamatan Buyasuri dengan jarak tempuh 82 KM dari pusat Kota Lewoleba, untuk menuju ke lokasi tersebut dapat ditempuh dengan angkutan darat.

Di seputaran pantai ini tidak ada pasar ataupun hotel. Untuk sinyal dan listrik saja masi sangat minim. Namun pihak desa setempat akan mengusahakan homestay untuk para pengunjung. Boleh juga membawa perlengkapan kemah sendiri dan bekal seadanya, mengenai makanan ringan kita bisa membelinya di kios-kios warga sekitar atau bisa juga membelinya di pusat kecamatan tapi kalau di pusat kecamatan lumanyan jauh dan menguras banyak tenaga.

 

Sisi lain Pantai Bean yang eksotik (Foto: Darman Raeubee)

Akses menuju pantai Bean memang harus menguji adrenalin, dari pusat kota Lewoleba menuju Kedang selanjutnya melewati beberapa desa menuju pantai Bean. Setelah sampai di desa Panama, membutuhkan waktu lebih kurang 40 menit untuk menuju ke Desa Bean dengan jalan yang lumayan buruk, berlobang, berbatu dan dengan kecuraman yang lumayan menggoda. Jika menggunakan sepeda motor dan berhasil melewati semua tantangan selama di jalan maka selamat anda adalah pengendara yang hebat.
(Dinas Pariwisata-Humas TI Setda Lembata)

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password