Bupati Sunur Akan Menonaktifkan Kepala Desa Yang tidak Bisa Kelola Dana Desa

Bupati Lembata Yentji Sunur

“Batas waktu realisasi dana desa tanggal 15 juli. Tanggal 1 Juli paling lama seluruhnya sudah masuk ke Kabupaten. Yang tidak mencapai siap-siap membawa  kursi keluar dari kantor desa. Begitu ada masyarakat desa yang buat mosi  tidak percaya, saya langsung nonaktifkan kepala desanya. Ini dengar baik-baik, tidak main-main. Kita nonaktifkan dulu baru kita Penjabatkan kepala desa karena tidak mampu kelola dana desa. Jadi batas 1 Juli sudah harus masuk, nanti Pak Thomas akan cek. Lebih dari tanggal itu , ada protes dari masyarakat maka  kita langsung nonaktifkan tanpa komentar apapun.  Kita nonaktifkan, bukan berhentikan. Setelah itu baru kita buat kuasa pengguna anggarannya”.

Pernyataan tegas ini disampaikan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur  setelah mendengar laporan dari Plt Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat  Desa  Atanasius Aur  Amuntoda pada rapat pamong praja lengkap di Aula Kantor Bupati Lembata, Senin, 12/06/17. Amuntoda melaporkan  bahwa dari  141 desa yang ada di Lembata sampai dengan tanggal 12 Juni, baru  12 desa yang sudah mencairkan dana desa triwulan pertama tahun anggaran 2017. Sementara 129 desa  lainnya belum memproses pencairan dana desa karena belum bisa mempertanggungjawabkan pengelolaan dana desa tahun anggaran 2016. Sesuai ketentuan apabila sampai dengan batas waktu tanggal 15 Juli 2017, desa tidak dapat melakukan pencairan karena terkendala pertanggungjawaban keuangan tahun 2016 maka desa tidak lagi dapat memproses pencairan karena dana desa yang ada akan dianggap hangus, bukan disimpan.

Adapun dua belas desa yang sudah mencairkan dana desa tahap pertama tahun 2017 adalah  Desa Atawai, Desa Penikenek, Desa Riangbao,  Desa Doriduawutun, Desa Pada, Desa  Melowitin, Desa Dolu Lolon, Desa Leuwayan, Desa Hoelea  II, Desa Leworaja, Desa Lodotodokowa, Desa Lamau. Ada dua kecamatan yang desa-desanya belum satupun  mencairkan dana desa tahun 2017  yaitu  Kecamatan Buyasuri dan Kecamatan Ileape.

Dalam rapat lengkap Pamong Praja bersama seluruh camat dan Kepala Desa, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur membeberkan secara garis besar visi misinya bersama Wakil Bupati Thomas Ola Langoday. Ada empat hal penting yang ditekankan Bupati Sunur dalam rapat dimaksud yaitu pentingnya desa memiliki peta potensi desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), batas desa serta pengelolaan dan pertanggungawaban keuangan desa. (Humas Setda Lembata)

 

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password